Pembahasan Geometri Analitik Bab 1
Hallo semuanya, pada kesempatan ini saya akan membahas latihan soal geometri analitik yang ada di Bab 1 dari buku Geometri Analitik. Berikut adalah pembahasan soal latihan Geometri Analitik.
Latihan 1 (Menyatakan koordinat kutub ke koordinat kartesisus dan sebaliknya)
1. Nyatakanlah letak titik yang dinyatakan dalam koordinat kutub berikut menjadi koordinat kartesius : A(5,30∘),B(6,45∘), dan C(8,150∘)
Pembahasan : Dalam koordinat kutub, suatu titik A(r,α). Jika titik A dinyatakan dengan koordinat kartesius maka didapatlah xA=rcosα dan yA=rsinα. Jadi, koordinat A(5,30∘),B(6,45∘), dan C(8,150∘) jika dinyatakan dalam koordinat kartesius adalah A(5cos30∘,5sin30∘)=A(52√3,52), B(6cos45∘,6sin45∘)=B(3√2,3√2), dan C(8cos150∘,8sin150∘)=C(−4√3,4)
2. Nyatakanlah letak titik yang dinyatakan dalam koordinat kartesisus berikut menjadi koordinat kutub : P(3,−4), K(4,5), dan S(−2,5)
Pembahasan : Sama halnya dengan pembahasan sebelumnya, dalam koordinat kartesisus jika titik P(xP,yP) dinyatakan ke dalam koordinat kutub maka didapat r=√x2P+y2P dan α=arctan(yPxP). Jadi, koordinat P(3,−4), K(4,5), dan S(−2,5) jika dinyatakan dalam koordinat kutub adalah P(√32+(−4)2,arctan(−43))=P(5,−53.13∘), K(√42+52,arctan(54))=K(√41,51.34∘), dan S(√(−2)2+52,arctan(5−2))=P(√29,−68.2∘)
Latihan 2 (Menyatakan koordinat tabung dan koordinat bola ke koordinat kartesisus siku siku)
1. Titik A dinyatakan dalam koordinat tabung A(7,60∘,5). Nyatakan letak titik A tersebut dalam koordinat kartesius siku siku.
Pembahasan : Dalam koordinat tabung, suatu titik A(r,α,zA). Jika titik A tsb dinyatakan dalam koordinat kartesius siku siku maka didapatlah xA=rcosα, yA=rsinα, dan zA=zA. Jadi, didapat xA=7cos60∘=72, yA=7sin60∘=72√3, dan zA=5. Titik A dinyatakan ke dalam koordinat kartesius siku siku menjadi A(72,72√3,5).
2. Titik B dinyatakan dalam koordinat bola B(6,30∘,45∘). Nyatakanlah letak titik B tersebut dalam koordinat kartesius siku siku.
Pembahasan : Dalam koordinat bola, suatu titik B(R,α,β). Jika titik B tsb dinyatakan dalam koordinat kartesius siku siku maka didapatlah xA=Rcosα.sinβ, yA=Rsinα.sinβ, dan zA=Rcosβ. Jadi, didapat xA=6cos30∘.sin45∘=32√6, yA=6sin30∘.sin45∘=32√2, dan zA=6cos45∘=3√2. Titik A dinyatakan ke dalam koordinat kartesius siku siku menjadi A(32√6,32√2,3√2)
Latihan 3 (Menentukan panjang sisi, panjang garis berat, letak titik berat suatu segitiga)
1. Diketahui titik titik A(2,5), B(−3,2), C(0,3) yang membentuk △ABC. Tentukan :
a. Panjang sisi sisi △ABC
b. Panjang ketiga garis berat △ABC, dan
c. Koordinat titik berat △ABC
Pembahasan : a. Dengan menggunakan formula mencari jarak antara dua titik maka didapat
AB=√(xB−xA)2+(yB−yA)2=√(−3−2)2+(2−5)2=√34
BC=√(xC−xB)2+(yC−yB)2=√(0−(−3))2+(3−2)2=√10
AC=√(xC−xA)2+(yC−yA)2=√(0−2)2+(3−5)2=2√2
b. Kita tahu bahwa untuk mencari koordinat titik tengah dari titik (x1,y1) dan (x2,y2) adalah (x1+x22,y1+y22). Dengan begitu bisa diperoleh titik tengah titik AB, BC, AC berturut turut yaitu D(−12,72), E(−32,52), F(1,4). Kemudian dengan formula jarak antara dua titik diperoleh panjang garis berat yaitu :
CD=√(xD−xC)2+(yD−yC)2=√(−12−0)2+(72−3)2=12√2
AE=√(xE−xA)2+(yE−yA)2=√(−32−2)2+(52−5)2=12√74
BF=√(xF−xB)2+(yF−yB)2=√(1−(−3))2+(4−2)2=2√5
c. Kemudian dengan perbandingan 2:1 pada salah satu garis berat didapat koordinat titik berat sebagai berikut.
x=2xE+xA3=2(−32)+23=−13
y=2yE+yA3=2(52)+53=103
Jadi, koordinat titik berat △ABC adalah (13,103)
2. Diketahui titik titik A(−3,2,5), B(1,−3,2), C(4,3,2) yang membentuk △ABC. Tentukan :
a. Panjang sisi sisi △ABC
b. Panjang ketiga garis berat △ABC, dan
c. Koordinat titik berat △ABC
Pembahasan : a. Dengan menggunakan formula mencari jarak antara dua titik maka didapat
AB=√(xB−xA)2+(yB−yA)2+(zB−zA)2=√(1−(−3))2+(−3−2)2+(2−5)2=5√2
BC=√(xC−xB)2+(yC−yB)2+(zC−zB)2=√(4−1)2+(3−(−3))2+(2−2)2=3√5
AC=√(xC−xA)2+(yC−yA)2+(zC−zA)2=√(4−(−3))2+(3−2)2+(2−5)2=√59
b. Kita tahu bahwa untuk mencari koordinat titik tengah dari titik (x1,y1,z1) dan (x2,y2,z2) adalah (x1+x22,y1+y22,z1+z22). Dengan begitu bisa diperoleh titik tengah titik AB, BC, AC berturut turut yaitu D(−1,−12,72), E(52,0,2), F(12,52,72). Kemudian dengan formula jarak antara dua titik diperoleh panjang garis berat yaitu :
CD=√(xD−xC)2+(yD−yC)2+(zD−zC)2=√(−1−4)2+(−12−3)2+(72−2)2=12√158
AE=√(xE−xA)2+(yE−yA)2+(zE−zA)2=√(52−(−3))2+(0−2)2+(2−5)2=12√173
BF=√(xF−xB)2+(yF−yB)2+(zF−zB)2=√(12−1)2+(52−(−3))2+(72−2)2=12√131
c. Kemudian dengan perbandingan 2:1 pada salah satu garis berat didapat koordinat titik berat sebagai berikut.
x=2xE+xA3=2(52)+(−3)3=23
y=2yE+yA3=2(0)+23=23
z=2zE+zA3=2(2)+53=3
Jadi, koordinat titik berat △ABC adalah (23,23,3)
2 komentar untuk "Pembahasan Geometri Analitik Bab 1"