Widget HTML #1

Konsep Lingkaran dan Teorema Pada Lingkaran

Hello teman teman pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang lingkaran yang akan saya bahas yaitu tentang Konsep Lingkaran, Definisi Lingkaran, Unsur unsur Lingkaran, dan Teorema pada Lingkaran. Baiklah langsung saja ke materinya

Konsep Lingkaran

Coba kalian tebak dari tiga gambar berikut, manakah yang merupakan lingkaran?
Konsep lingkaran

Ya, jika kalian memilih gambar pertama maka jawaban anda tepat. Coba untuk memahaminya kalian perhatikan definisi dari Lingkaran itu sendiri.

Definisi Lingkaran

Lingkaran

Lingkaran adalah himpunan semua titik pada sebuah bidang yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu pada bidang tersebut, dan titik tersebut dinamakan pusat lingkaran.
Bagaimana?? Apakah kalian sudah paham?? Oke kalau begitu kita lanjut ke materi berikutnya yaitu tentang Unsur-Unsur pada Lingkaran. Pernahkah kalian dengar tentang jari jari lingkaran, busur lingkaran, talibusur, diameter, dll. Mari simak penjelasannya.

Unsur Unsur Pada Lingkaran

  • Jari-jari lingkaran merupakan ruas garis yang menghubungkan sebuah titik pada lingkaran dengan pusat lingkaran. Jari-jari menunjukkan panjang ruas garis tersebut. 
    Jari jari lingkaran
  • Tali busur lingkaran merupakan ruas garis yang menghubungkan dua titik pada lingkaran tersebut. 
    Tali busur lingkaran
  • Diameter lingkaran merupakan tali busur yang melalui pusat lingkaran. 
    Diameter lingkaran
  • Apotema merupakan ruas garis dari titik pusat lingkaran yang tegak lurus dengan tali busur lingkaran. 
    Apotema
  • Busur lingkaran merupakan bagian lingkaran yang terletak diantara kedua ujung tali busur lingkaran. 
    Busur lingkaran
  • Anak panah merupakan perpanjangan apotema yang terletak diantara talibusur dan busur lingkaran. 
    Anak panah
  • Juring merupakan bidang yang dibatasi oleh dua jari jari lingkaran dan sebuah busur lingkaran. 
    Juring lingkaran
  • Tembereng merupakan bidang yang dibatasi oleh talibusur dan busur. 
    Tembereng lingkaran
Itulah unsur-unsur pada lingkaran, dan selanjutnya kita lanjut dengan teorema pada lingkaran.

Teorema Pada Lingkaran

Teorema 1 : "Setiap talibusur yang tidak melalui pusat suatu lingkaran panjangnya lebih kecil daripada diameternya"
Bukti Teorema 1 : 
Diberikan : Lingkaran ω mempunyai diameter d dan titik pusat O. Titik A,B sebarang titik pada lingkaran.
Teorema 1 lingkaran

Akan dibuktikan : AB<d
Buktinya : Jelas dengan menggunakan ketaksamaan segitiga diperoleh AB<AO+OB. Karena AO=OB=r maka AB<r+r=d (Terbukti).
Teorema 2 : "Semua talibusur yang panjangnya sama mempunyai apotema apotema yang panjangnya sama juga"
Bukti Teorema 2 : 
Diberikan : Lingkaran ω mempunyai titik pusat O. Titik A,B,C,D pada lingkaran dengan ABCD,OEAB,dan OFCD
Teorema 2 lingkaran
Akan dibuktikan : OEOF
Buktinya : Suatu garis yang melalui pusat lingkaran yang tegak lurus dengan tali busur membagi dua sama panjang tali busur dan busur tersebut. Hal ini bisa ditunjukkan dengan fakta bahwa garis tinggi segitiga sama kaki juga merupakan garis berat dan garis bagi. Oleh karena itu, AE=CF. Perhatikan bahwa OA=OC. Maka dari itu OAE dan OCF kongruen (OA=OC,AE=CF,AEO=CFO). Jadi, OEOF (Terbukti).
Untuk dapat memahami konsep lingkaran dan teorema ini sudah dibahas juga terkait soal-soal terkait lingkaran dan penerapan teoremanya disini.
Teorema 3 : "Semua apotema yang panjangnya sama mempunyai talibusur talibusur yang panjangnya sama juga"
Bukti Teorema 3 :
Diberikan : Lingkaran ω berpusat di O dengan OEAB,OFCD,dan OEOF.
Teorema 3 lingkaran
Akan dibuktikan : ABCD
Buktinya : Perhatikan bahwa AB=2AE dan CD=2CF. Maka hal ini sama halnya menunjukkan bahwa AECF. Karena AO=CO dan OE=OF maka dari itu OAE dan OCF kongruen (AO=CO,OE=OF,OEA=OFC). Jadi, AECF dan ABCD (Terbukti).
Teorema 4 : "Diameter sebuah lingkaran yang tegak lurus dengan suatu talibusur pada lingkaran tersebut membagi talibusur dan busurnya menjadi dua sama panjang"
Bukti Teorema 4 :
Diberikan : Diameter CD dari lingkaran ω dengan pusat O, talibusur AB dan ABCD pada E.
Teorema 4 lingkaran
Akan dibuktikan : AEBE,ACBC,dan ADBD
Buktinya : Perhatikan OEA dan OEB kongruen, karena OA=OB,OE=OE,OEA=OEB. Jadi AEBE maka dari itu BCAD merupakan layang layang sehingga ACBC,ADBD (Terbukti).