Fungsi Pembangkit Biasa
fungsi pembangkit biasa. Silahkan kalian simak pembahasannya.
Haii di kesempatan kali ini akan dibahas mengenai

Fungsi Pembangkit Biasa
Misalkan (ar)=(a1,a2,a3,⋯) merupakan suatu barisan bilangan. Fungsi pembangkit biasa dari barisan ar didefinisikan oleh deret pangkat
A(x)=∞∑r=0arxr=a0+a1x+a2x2+⋯
Dua fungsi pembangkit A(x) dan B(x) berturut turut merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (ar) dan (br) dianggap sama jika dan hanya jika ai=bi untuk setiap i=0,1,2,⋯.
Misalkan A(x) dan B(x) berturut turut menyatakan fungsi pembangkit untuk barisan (ar) dan (br). Yakni
A(x)=a0+a1x+a2x2+⋯
B(x)=b0+b1x+b2x2+⋯
Penjumlahan A(x)+B(x) dan hasil kali A(x)B(x) dari A(x) dan B(x) didefinisikan oleh
A(x)+B(x)=c0+c1x+c2x2+⋯
A(x)B(x)=d0+d1x+d2x2+⋯ Dimana cr=ar+br dan dr=a0br+a1br−1+⋯+arb0 untuk r=0,1,2,⋯
Kemudian juga untuk setiap konstanta α
αA(x)=αa0+αa1x+αa2x2+⋯
Barisan (cr) dan (dr) diatas berhingga, kedua operasi tersebut sama seperti pada polinomial.
Sekarang, untuk setiap α∈R dan setiap r∈N, kita tahu bahwa
(αr)=Pαrr!,
dimana Pαr=α(α−1)(α−2)⋯(α−r+1)
Kita juga tahu bahwa dengan binomial Newton
(1±x)α=∞∑r=0(αr)(±x)r=1±αx+α(α−1)2!x2+α(α−1)(α−2)2!x3+⋯ +(−1)rα(α−1)⋯(α−r+1)r!+⋯
(αr−1)+(αr)=(α+1r)
Menurut binomial newton diatas kita punya
11−x=(1−x)−1=1+x+x2+⋯
dan 1(1−x)2=(1−x)−2=1+2x+3x2+⋯
Secara umum kita punya
1(1−x)n=(1−x)−n=1+nx+n(n+1)2!x2+n(n+1)(n+2)3!x3+⋯=1+(1+n−11)x+(2+n−12)x2+⋯+(r+n−1r)xr⋯
untuk setiap n∈N
Contoh :
Maka fungsi pembangkit untuk ar adalah xn
Secara umum, fungsi pembangkit untuk barisan (1,k,k2,⋯) dimana k sebarang konstanta adalah
1+kx+k2x2+⋯=11−kx
Misalkan A(x) dan B(x) berturut turut menyatakan fungsi pembangkit untuk barisan (ar) dan (br). Yakni
A(x)=a0+a1x+a2x2+⋯
B(x)=b0+b1x+b2x2+⋯
Penjumlahan A(x)+B(x) dan hasil kali A(x)B(x) dari A(x) dan B(x) didefinisikan oleh
A(x)+B(x)=c0+c1x+c2x2+⋯
A(x)B(x)=d0+d1x+d2x2+⋯ Dimana cr=ar+br dan dr=a0br+a1br−1+⋯+arb0 untuk r=0,1,2,⋯
Kemudian juga untuk setiap konstanta α
αA(x)=αa0+αa1x+αa2x2+⋯
Barisan (cr) dan (dr) diatas berhingga, kedua operasi tersebut sama seperti pada polinomial.
Sekarang, untuk setiap α∈R dan setiap r∈N, kita tahu bahwa
(αr)=Pαrr!,
dimana Pαr=α(α−1)(α−2)⋯(α−r+1)
Kita juga tahu bahwa dengan binomial Newton
(1±x)α=∞∑r=0(αr)(±x)r=1±αx+α(α−1)2!x2+α(α−1)(α−2)2!x3+⋯ +(−1)rα(α−1)⋯(α−r+1)r!+⋯
Kemudian juga kita tahu
(αr−1)+(αr)=(α+1r)
Menurut binomial newton diatas kita punya
11−x=(1−x)−1=1+x+x2+⋯
dan 1(1−x)2=(1−x)−2=1+2x+3x2+⋯
Secara umum kita punya
1(1−x)n=(1−x)−n=1+nx+n(n+1)2!x2+n(n+1)(n+2)3!x3+⋯=1+(1+n−11)x+(2+n−12)x2+⋯+(r+n−1r)xr⋯
untuk setiap n∈N
Contoh :
- Untuk setiap n bilangan bulat tak negatif, misalkan (ar) suatu barisan dimana
Maka fungsi pembangkit untuk ar adalah xn
- Fungsi pembangkit untuk barisan ((n0),(n1),⋯,(nn),0,0,⋯) adalah
- Fungsi pembangkit untuk barisan (1,1,1,⋯) adalah
Secara umum, fungsi pembangkit untuk barisan (1,k,k2,⋯) dimana k sebarang konstanta adalah
1+kx+k2x2+⋯=11−kx
- Fungsi pembangkit untuk barisan (1,2,3,⋯) adalah
- Fungsi pembangkit untuk barisan
adalah
∞∑r=0(r+n−1r)xr=1(1−x)n
Contoh diatas tersebut sangat berguna dalam mencari koefisien dari fungsi pembangkit. Perhatikan contoh soal berikut.
Carilah koefisien dari xk, k≥18, pada ekspansi (x3+x4+x5+⋯)6
Solusi : Perhatikan bahwa
(x3+x4+x5+⋯)6
=[x3(1+x2+x3+⋯)]6
=x18(1+x2+x3+⋯)6
=x18(11−x)6
=x18∑r=0∞(r+6−1r)xr
=x18∑r=0∞(r+5r)xr
Maka dari itu koefisien dari xk, k≥18, pada ekspansi (x3+x4+x5+⋯)6 sama halnya dengan koefisien dari xk−18 pada ∑r=0∞(r+5r)xr, yaitu (k−18+55)=(k−135)
khususnya, koefisien dari x30 pada pada ekspansi (x3+x4+x5+⋯)6 adalah (175)
Teorema Operasi pada Fungsi Pembangkit : Misalkan A(x) dan B(x) berturut turut merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (ar) dan (br). Maka
(i) untuk sebarang bilangan α dan β, αA(x)+βB(x) merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (cr), dimana cr=αar+βbr, untuk semua r
(ii) A(x)B(x) merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (cr), dimana cr=a0br+a1br−1+⋯+arb0, untuk semua r
(iii) A2(x) merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (cr), dimana cr=a0ar+a1ar−1+⋯+ara0, untuk semua r
(iv) xmA(x), m∈N merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (cr), dimana cr={0jika 0≤r≤m−11jika r≥m
(v) A(kx), dimana k suatu konstanta merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (cr), dimana cr=krar, untuk semua r
(vi) (1−x)A(x) merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (cr), dimana c0=a0 dan cr=ar−ar−1, untuk semua r≥1
(vii) A(x)1−x merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (cr), dimana cr=a0+a1+a2+⋯+ar, untuk semua r
(viii) A′(x) merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (cr), dimana cr=(r+1)ar+1, untuk semua r
(ix) xA′(x) merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (cr), dimana cr=rar, untuk semua r
(x) ∫x0A(t) dt merupakan fungsi pembangkit untuk barisan (cr), dimana c0=0 dan cr=ar−1r, untuk semua r≥1